Iklan

Kinerja PSGA UINAM Mandul

Lapmi Ukkiri
31 December 2024
Last Updated 2025-03-19T10:47:55Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 



Media UkkiriKinerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin mandul dalam menangani kasus-kasus kekerasan berbasis gender yang terjadi di UIN Alauddin Makassar (UINAM).


Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Bidang Hak Perempuan, Anak dan Disabilitas, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Ambara Dewita Purnama (27/12/2024). Beberapa kasus kekerasan seksual yang terjadi di UINAM, menurut Ambara, dilewatkan begitu saja dan tidak ditangani dengan baik.


“Pelakunya dosen sekaligus mahasiswa S3. Ditindaklanjuti oleh [Satuan Tugas] PPKSnya, tapi tidak ditangani sampai tuntas,” tuturnya.


Lebih lanjut, Ambara juga mengatakan bahwa LBH pernah mencoba untuk berkoordinasi langsung dengan pihak Satuan Tugas PSGA melalui perantara Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U). Namun, DEMA-U membeberkan bahwa kinerja PSGA tidak jelas.


“Kami pernah hubungi DEMAnya. Katanya, Satgas [Satuan Tugas] di UIN itu namanya saja yang ada, kerjaannya tidak ada.”


Dalam rilis persnya (08/10/2024), sejak Maret 2023 hingga Januari 2024 LBH mencatat 4 permohonan bantuan hukum terkait kasus kekerasan berbasis gender dari UINAM. Beberapa kasus tersebut pelakunya tak mendapat sanksi tegas. Salah satunya ialah kasus yang melibatkan seorang staf kampus yang melecehkan lebih dari 10 mahasiswa. “Pelakunya masih berkeliaran di lingkup kampus,” tulis LBH dalam rilisannya.


Selain itu, Ukkiri juga menerima informasi bahwa pihak PSGA tak konsisten dalam menjatuhkan sanksi terhadap pelaku pada kasus pelecehan seksual yang terjadi di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), Maret, 2023 lalu. Indikasi itu ditegaskan oleh Mita (bukan nama sebenarnya), mahasiswi yang turut andil mengawal kasus tersebut.


Mita menuturkan pihak PSGA sekadar mengiming-imingi korban bahwa nilai KKN pelaku, sebagai sanksinya, tak akan di input. Namun, belakangan Mita mendapati bahwa janji PSGA kepada korban tak sesuai dengan kesepakatan. “Katanya mau ji na [PSGA] tahan nilainya pelaku. Tapi ternyata tidak. Keluar ji itu nilai,” beber Mita saat dihubungi via Whatsapp.


Menanggapi hal tersebut, Kepala PSGA UINAM, Prof Dr Djuwariah Ahmad mengaku tak bisa menjelaskan terkait kasus-kasus berbasis gender yang belum tuntas di Kampus Peradaban. “Saya dilantik sebagai Kepala PSGA bulan September, 2023. Kasus sebelum saya dilantik tentunya saya tidak bisa jelaskan. Kasus setelah saya dilantik yang tercatat dilaporan secara resmi baru 1 kasus,” pungkasnya.


Berdasarkan liputan Washilah dalam Tabloid 121 yang berjudul Kampus Tidak Serius Tangani KS [Kekerasan Seksual], hanya dua kasus di UINAM yang ditangani hingga penjatuhan sanksi terhadap pelaku. Pertama, pemberian sanksi drop out atas kasus kamera gopro di toilet Fakultas Syariah dan Hukum yang dilakukan oleh AA (2019). Kedua, penjatuhan sanksi skors terhadap pelaku inisial MAR atas kasus pelecehan yang terjadi di lokasi KKN (2022).


Dalam liputan tersebut juga dijelaskan bahwa masih terdapat banyak kendala PSGA untuk mengangani kasus-kasus yang terjadi. Diantaranya ialah tidak masifnya sosialisasi terkait Standar Operating Prosedure (SOP) Penanggulangan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) sehingga sivitas akademik tak mengetahui alur pelaporan ketika ada kasus yang terjadi.


Dr Rosmini Amin, kepala PSGA sebelum Prof Dr Djuwariah Ahmad, dalam liputan Washilah juga mengakui bahwa anggaran khusus untuk Unit Layanan Terpadu PPKS untuk menangani kasus tak disediakan oleh kampus dan kerap kali menggunakan anggaran internal PSGA. Sementara, Dr Rosmini mengharapkan ULT menjadi lembaga yang terpisah dari PSGA.


Selain itu, Rosmini mengatakan bahwa pihak PSGA sudah melakukan audiensi dengan rektor untuk membahas perumusan aturan sanksi terhadap pelaku. Pasalnya PSGA saat itu tak menuai respon dari pihak rektorat.


Reporter: Taufik Al Akram

Editor: Ziyad Rizqi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl