Iklan

Berdaya dan Memberdayakan

Lapmi Ukkiri
03 December 2021
Last Updated 2021-12-03T13:17:22Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


Oleh : Irmawati

Essai Terbaik III Pada Kohati Fest yang diadakan oleh Kohati Komisariat Adab dan Humaniora Cabang Gowa Raya

 

Berbicara mengenai Kohati hari ini, di sini saya tidak membahas jauh perihal konsep Kohati namun lebih kepada peran yang harus diaktualisasikan terhadap lingkungan sekitarnya. Bagaimanakah posisi Kohati dalam meneropong masalah di sekitarnya ataupun di dalam rumahnya sendiri.


Berawal dari polemik perihal subordinasi, memarginalkan, stereotip, misogini dan segala bentuk penindasan pada perempuan ini kemudian hangat dibicarakan oleh masyarakat, tentunya sebagai lembaga yang mengawal isu tersebut Kohati harus ikut andil.


Disini saya mencoba menempatkan Kohati yang dalam dirinya mengalir jiwa seorang feminis untuk kemudian berperan melawan segala bentuk ketertindasan. Seperti dalam hubungan keluarga, namun sebelum jauh membahas hal tersebut saya akan mendudukkan dulu konsep feminism itu.


Feminisme adalah konsep kesetaraan gender yang masih terus digaungkan hingga saat ini. Ide besar feminisme adalah memberikan hak dan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai hal, mulai dari pekerjaan, hak politik, hingga peran dalam keluarga serta masyarakat. Yang mana Feminisme ini hadir karena ketidakadilan atau ketidaksetaraan gender yang terjadi dikalangan sosial. Dalam buku a Feminist manifesto mengatakan bahwa feminis merupakan seseorang yang percaya pada kesetaraan sosial, politik, dan ekonomi untuk kedua jenis kelamin.


Selanjutnya saya akan menganalisis bagaimana kondisi perempuan hari ini, yang mana dalam banyak kasus biasa kita dengar terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Tentu sebagai Kohati yang bertugas merespons isu tersebut perlu kita pahami dulu sebenarnya apa yang menjadi alasan dan faktor terjadinya kekerasan itu.


Di sini saya akan membangun hipotesa, bahwa ada banyak hal yang membuat laki-laki melakukan kekerasan, salah satunya karena ia tidak memahami hati istrinya, akalnya belum sempurna ,tentu ia perlu melakukan tazkiyah An-nafs (penyucian jiwa) dalam buku Islam dan kosmologi perempuan dengan harap membangun keseimbangan dalam keluarga. Perihal tidak lagi memandang istrinya sebagai pelayan ataupun pembantu bagi anak-anak, menjadi istri yang tupoksinya hanya kasur, sumur, dapur. yah kita semua tahu tabiat perempuan tidak terlepas dari hal di atas tapi ini bukan kewajiban .semua bisa dan berpotensi melakukannya.

Apakah hari ini Kohati telah menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya?

Hari ini, ada banyak kasus yang terjadi selain yang saya sebut di atas seperti pelecehan seksual di Luwu yang mana seharusnya Kohati mengambil sikap dalam mengawal isu tersebut.


Olehnya sebagai Kohati yang sadar akan perannya perlu ikut andil dalam menyelesaikan isu seperti itu, jika tidak bisa mengawal setidaknya dengan membangun kultur intelektual dengan melibatkan masyarakat, memahamkan mereka dan diri sendiri dalam menghadapi problem keperempuanan baik di rumah tangga, sosial maupun lainnya.


Dalam perspektif Islam sendiri, Murtada Mutahari mengatakan bahwa posisi perempuan dan laki-laki itu setara, ia sama-sama memiliki potensi yang membedakan keduanya hanyalah "Ketakwaannya".


Sekalipun kita banyak mengonsumsi wacana Barat, sekali-kali buat analisis atau perbandingan antara dalam pedoman kita di PDK (Pedoman Dasar Kohati) dan diluar dalam hal ini teori Barat.


Bahwa Islam tidak mengenal istilah feminisme dan gender dengan berbagai bentuk konsep dan implementasinya dalam melakukan gugatan atas nilai-nilai subordinasi kaum perempuan, karena dalam Islam tidak membedakan kedudukan seseorang berdasarkan jenis kelamin dan tidak ada bias gender dalam Islam.


Olehnya setelah sadar akan posisi dan perannya, kita sebagai Kohati harus berdaya terlebih dahulu kemudian memberdayakan, menyala tanpa harus meredupkan dan saling menguatkan dengan basis epistemik.

 

Tulisan Sepenuhnya Tanggung Jawab Penulis


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl