masukkan script iklan disini
LAPMI, UKKIRI - Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan dan Barat (SULSELBAR) Resmi menutup Advance Training LK III Tingkat Nasional di Hotel Pasangrahan Malino Kabupaten Gowa, Jumat (13/8/2021).
Meluluskan 23 peserta dari berbagai Cabang di Indonesia, 7 diantaranya menjadi peserta terbaik di antaranya:
1. Syamsumarlin (BADKO SULSELBAR)
2. Nur Hariyani (BADKO KALTIMTARA)
3. Muwaffiq Nurimansyah (BADKO SULSELBAR)
4. Maskur (BADKO JATIM)
5. Muhammad Ridwan. H (BADKO SULSELBAR)
6. Irfan Lahabu (BADKO SULSELBAR)
7. Ashabul Kahfi (BADKO SULSELBAR).
Menghimpun gagasan dalam buku yang berjudul "Transportasi Kepemimpinan HMI" Muhammad Aswar Darwis selaku Ketua Panitia berharap gagasan tersebut dapat memberikan kontribusi untuk negeri.
"Gagasan yang hadir dari seluruh peserta itu terangkum dalam satu karya buku yang berjudul Transformasi Kepemimpinan HMI. Jadi isinya itu semua artikel jurnal peserta itu di masukan dan menjadi satu buku. Gagasan inilah kedepan semoga kita bisa terjemahkan untuk memberikan kontribusi kepada negeri ini menyongsong Indonesia 2030-2045," ungkapnya.
Dalam sambutannya, Ketua umum BADKO HMI SULSELBAR, Lanyala Soewarno berharap silaturahmi para peserta tetap terus terjaga.
"Setidaknya, silaturahmi ini tidak putus sampai hari ini. Hari esok masih panjang kita masih berproses di HMI, terlepas dari proses kita di HMI kita masih bersilaturahmi di hari esok, hubungi kami di Badko HMI Sulselbar jikalau ada masalah yang kemudian teman-teman hadapi kita masih bisa bertukar pikiran," ujarnya
Peserta Terbaik ke satu, Syamsumarlin menyampaikan bahwa pemberian penghargaan peserta terbaik Advance Training LK III Tingkat Nasional BADKO HMI SULSELBAR, merupakan tanggung jawab besar
"Ini menjadi motivasi buat seluruh kader HMI khususnya di Sulselbar, bahwa kita harus lebih menghormati pengkaderan. Ini juga menjadi tanggung jawab besar buat saya pribadi untuk bagaimana mentransformasikan nilai-nilai kepemimpinan yang saya dapatkan di dalam Advance Training ini" pungkasnya.
Reporter: Frengki
Editor: Rifa'Atul Mahmudah