Iklan

Sekedar Candaan Berujung Gangguan Kesehatan Mental

Lapmi Ukkiri
23 May 2021
Last Updated 2021-05-23T10:44:56Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini




 Oleh: Rifa'Atul Mahmudah 


Body shaming merupakan perilaku yang menjelek-jelekkan tubuh seseorang atau membandingkan kondisi fisik seseorang dengan orang lain, dari perbedaan bentuk badan, warna  kulit, gaya berpakaian, hingga bentuk kaki. Semua candaan itu didasari oleh beauty standard atau standar kecantikan yang jamak di masyarakat.


Tidak jarang seseorang sakit hati karena merasa dihina dan diperlakukan berdasarkan sesuatu yang tidak ia sukai. Hal itu makin sering kita jumpai, baik secara langsung, atau melalui media sosial. Bahkan tanpa kita sadari, dari candaan dan guyonan itu, kita melukai orang yang kita sayang, entah itu adik, kakak, atau teman kita dengan sesuatu yang mereka tidak suka.


Ketika kita berkumpul bersama teman, kita sudah terbiasa memulai obrolan dengan “Eh, kamu gemukan ya,” atau “Ih kurus ya, hitaman sekarang.” Padahal itu semua adalah bagian dari body shaming. Ya, mungkin itu cara seseorang berbasa-basi, tetapi sungguh hal seperti itu tidak sehat. Lebih dari itu, kita sering memanggil teman dengan nama lain yang sesuai dengan warna kulit mereka, “Hey itam” dan memberi julukan yang tidak pantas. Maksud hati itu hanya “sekedar” bercanda, tetapi tidak. Itu sangat-sangat tidak lucu.


Mengomentari hingga menertawakan fisik seseorang sering kita dapati, dan bahkan menjadi kebiasaan, dianggap lumrah bagi kawula muda dewasa ini. Mungkin saja saat disapa atau dipanggil dengan julukan seperti itu, dalam keramaian, dia merespons bias-biasa saja atau bahkan berpura-pura ikut tertawa. Nyatanya, komentar atau julukan yang diberikan itu menjadi  beban pikiran bagi dirinya. Dia kurang percaya diri, malu, kesal, sakit hati, bahkan mungkin marah dan menjadikan dia benci pada dirinya.


Itu berujung pada Body image atau penilaian seseorang terhadap fisik mereka. Ada dua jenis body image yaitu, positive body image dan negative  body image. Positive body image ialah dia yang merasa puas pada apa yang ada pada dirinya, menerima fisiknya apa adanya, dan percaya diri dengan apa yang dia miliki walau tidak sesuai dengan standar kecantikan yang ada di masyarakat. Apabila seseorang memiliki negative body image, dia tidak merasa puas dengan apa yang dia miliki, dan tidak jarang merasa ada bagian dari tubuhnya yang harus dia ubah.



Jika seseorang sering menerima perlakuan body shaming dalam kesehariannya, itu bisa melahirkan negative body image pada diri seseorang. Selain itu, hal tersebut dapat mengganggu mental yang mengakibatkan terjadinya depresi yang bisa mempengaruhi kesehatannya. Tanpa kita sadari body shaming punya dampak besar bagi kesehatan mental seseorang. Korban akan merasa apa yang ada pada dirinya itu salah, sehingga ia tak lagi percaya diri. Tak jarang pula korban dibuat depresi yang berakhir dengan penyakit anoreksia atau gangguan makan yang menyebabkan seseorang terobsesi dengan berat badan dan apa yang dimakannya.


Pada tahun 2018 tercatat ada 966 kasus body shaming di Indonesia yang terlapor di Mabes Polri: 94% remaja putri dan 64% remaja putra yang menjadi korban body shaming. Tempo.co menyebutkan dalam laman beritanya beragam artis yang trauma hingga mengalami gangguan kesehatan mental dikarenakan body shaming. Artis tanah air misalnya, Tamara Bleszynski dengan komentar pipi chubby-nya; artis mancanegara Kim Kardashian yang mengalami pengalaman trauma karena body shaming saat hamil; Demi Lovato ketenangan hatinya terganggu saat pemulihan pasca rehabilitasi pada tahun 2018 silam.


Kita harus menghindari perilaku body shaming dengan memulai kebiasan baru. Kebiasaan baru itu dapat kita mulai dengan tidak memberi julukan aneh yang menjelekkan tubuh orang lain. Kita harus saling menghargai dan tidak lagi menilai orang semata-mata hanya karna fisik. Selain itu, pada saat kita menyapa dan bertemu kawan lama, sebisa mungkin kita tidak lagi menyinggung persoalan penampilan. Carilah topik pembahasan yang lebih positif dan menarik.


Hal yang dianggap lelucon atau hiburan buat kita, justru secara terang-terangan melukai orang lain. Sampai kapan kita mau berkata dan bertingkah seperti itu. Body shaming sudah terlalu sering menjadi beban bagi orang lain. Kita bukan Tuhan yang maha sempurna. Kita manusia punya kekurangan. Syukuri apa yang kita miliki. Kita punya cara lain untuk bahagia tanpa menjadikannya luka pada yang lain.

 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl