Gambar: Getty Image
LAPMI, UKKIRI- Umat Islam dari berbagai negara menandai akhir bulan suci Ramadhan dengan perayaan Idul Fitri (lebaran). Namun rakyat Palestina tak merayakannya.
Mahmoud Abbas, Presiden Palestina membatalkan perayaan Idul Fitri bagi rakyat Palestina tahun ini akibat serangan pasukan Israel.
Perayaan lebaran di gantikan dengan intruksi menaikkan bendera setengah tiang oleh Presiden sebagai simbol berkabung atas puluhan warga meninggal akibat serangan.
Kompas.tv melansir, Pihak Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan sudah 43 orang tewas dan sekitar 233 orang lainnya terluka akibat serangan Israel.
Serangan itu berlangsung sejak Jumat, 7 Mei 2021 lalu saat umat muslim Palestina tengah melaksanakan shalat tarawih di Masjid Al-Aqsa, tepatnya di gerbang Damaskus Kota Tua, Yerusalem Timur.
Serangan Israel berlanjut tanggal 8-10 Mei. Serangan terus dilancarkan oleh pasukan militan Israel dengan menggunakan peluru karet, geranat, bahkan bom melalui serangan udara.
Penyebab serangan tersebut bermula saat warga pemukiman Seikh Jarrah, Yerussalem Timur berunjuk rasa karena upaya Israel melakukan penggusuran paksa terhadap warga setempat per 2 Mei 2021.
Konflik tersebut menemui puncaknya saat polisi Israel memblokade dan membubarkan pengunjuk rasa menggunakan meriam air dari kendaraan lapis baja bakda sholat Jum'at di Masjid Al-Aqsa 7 Mei 2021.
Di ketahui sebelumnya, Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam, namun disisi lain situs ini juga dianggap suci oleh orang Yahudi. Hal tersebutlah yang menjadi titik konflik antara Israel dan Palestina sejak lama.
Reporter: Ziyad Rizqi