LAPMI, UKKIRI - Ditengah situasi pandemik Covid-19 ini pertemuan secara langusng juga ikut terbatasi, tak ingin membekukan kajian sejarah dengan alasan pembatasan sosial, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah dan Kebudayaan Islam timbul ide mengadakan kajian dalam jaringan dengan menghadirkan Prof. Anhar Gonggong, M.A. Sabtu (29/08/20)
Kegiatan ini juga diikuti oleh masyarakat umum, bahkan sekertaris jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam ini juga turut berpartisipasi dalam webinar nasional ini.
Nur Ilham, S.Hum, Salah satu alumni yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini juga turut mengapresiasi pengurus karena kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan namun juga menjadi ajang silaturahmi dengan mahasiswa dan masyarakat yang cinta akan sejarah.
"Tentunya sangat bangga dan merasa senang dengan diadakannya kegiatan ini sebab bukan hanya menambah ilmu saja, kami juga kembali bersilaturahmi dengan kawan-kawan mahasiswa dan masyarakat pencinta sejarah di tengah situasi pandemik Covid-19 ini." Ungkapnya
Ketua Umum HMJ Sejarah dan Kebudayaan Islam, Melinda, mengatakan bahwa tujuan diadakannya webinar nasional ini untuk dapat mengetahui pergolakan pemikiran serta pertarungan ideologi yang terjadi pada saat peristiwa kesejarahan kita.
"Tujuan webinar ini kami adakan untuk dapat mengetahui peran penting sebuah pergolakan pemikiran dan pertarungan ideologi yang melandasi peristiwa kesejarahan khususnya dalam sejarah kemerdekaan kita. Harapannya terlaksananya kegiatan ini dimana tidak mengurangi dan membatasi pemenuhan terhadap khazanah intelektual kita bersama."
Ia juga menambahkan bahwa dalam situasi pandemik ini kita tidak boleh mengurangu serta membatasi pemenuhan terhadap khazanah intelektual kita bersama.
"Meskipun dengan kondisi di masa pandemik ini kita tidak boleh mengurangi dan membatasi pemenuhan terhadap khazanah intelektual kita bersama dan semoga kegiatan ini menjadi sebuah stimulus untuk pengembangan pemikiran dan pengetahuan terhadap nilai-nilai luhur sejarah kebangsaan kita." Tuturnya
Salah satu narasumber yakni Anhar Gonggong mengatakan bahwa orang Sulawesi khususnya Makassar memiliki corak berpikir yang feodalistik agar keberlangsungan pencapaian kemanusiaan dalam melihat sejarah bisa secara objektif dan murni.
"Untuk orang Makassar corak berfikir dan otak-otak feodalistiknya harus digunakan agar keberlangsungan pencapaian kemanusiaan dalam melihat sejarah itu bisa secara objektif dan murni." Ungkapnya dalam materi yang disampaikan
Penulis: Frengki
Editor: Rezky Amelia Jumain