Iklan

Kesuraman Pendidikan ala Sistem Kapatalis Perlu di Sejahterahkan dengan Cahaya Pendidikan ala Sistem Islam

Lapmi Ukkiri
23 July 2020
Last Updated 2020-07-23T07:31:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

Oleh Saima

Seperti yang diketahui bahwa Pendidikan hari ini sudah dalam kondisi Kritis plus. Krisis moral tidak bisa kita pungkiri itu, memang betul-betul pendidikan hari ini sangat prihatin dan miris kalau kita melihat dan mencermati secara menyeluruh dari berbagai aspek pendidikan dan kebijakkan yang dilayangkan oleh pemerintah untuk pendidikan memang tidak memihak kepada kita (terlebih kalangan ekonomi kebawah).

Ibarat Kata Bagaikan bulu-bulu berhamburan yang terbawa angin dan tidak bersatu. Artinya Pendidikan hari ini hanya akan memicu tahrisy (memecah belah) semua kalangan, tidak terkecuali baik yang muslim maupun non muslim. Demikian berbagai problem pun yang bermunculan di dunia pendidikan hari ini. Dari mulai masalah UKT kemudian perubahan kurikulum dan tentu akan berdampak pada moral. 

Kementerian Agama secara resmi telah memberlakukan kurikulum baru untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di madrasah melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 dan 184 tahun 2019, menggantikan KMA Nomor 165 Tahun 2014. Perbedaan di antara kedua kurikulum ini hanyalah pada substansi materi pelajaran. (cnnindonesia.com).

Sejalan dengan perubahan kurikulum ini, sudah ada 155 buku agama Islam revisi yang disiapkan oleh kemenag. Ditargetkan pelajaran PAI akan menjadi instrumen kemajuan serta mempererat kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meletakkan materi sejarah Khilafah, jihad, dan moderasi beragama secara korelatif dalam berbagai bentuk perjuangan muslim. (detikNews.com).

Demikian, di saat yang sama dengan adanya peniadaan pendidikan agama dan bahasa arab apakah menjadi solusi?. Tentu ini Bukan Solusi. Justru ketika ajaran Islam yg digubris moral kita (pelajar) akhirnya tidak terkontrol. Seperti yang telah terjadi dan kita di hebohkan dengan beredarnya satu kasus temuan yang di dapati di Kota Jambi. Tim gabungan TNI/Polri dan Pemerintah Kecamatan Pasar Kota Jambi menggelar razia dugaan pesta seks yang melibatkan 37 pasangan remaja, Kamis malam (9/7/2020). Dan inilah sebab-akibat tidak terbentuknya akidah dan ahlak yang sempurna sesuai syariat. Di karenakan munculnya paham sekuler.

Ini yang kemudian bisa melemahkan serta membuat semakin krisisnya moral kita (pelajar). Inilah kesuraman pendidikan ala sistem kapatalis. Dalam kesuraman ini kita perlu Cahaya tidak lain tidak bukan yaitu Cahaya Pendidikan ala sistem islam. Tidak bisa di pungkiri bahwa Cahaya Pendidikan ala sistem islam selalu melahirkan generasi terbaik pastinya beradab dan tentu bermoral.

Generasi terbaik sang penakluk dunia yang selalu menebar kebaik serta rahmat bagi seluruh semesta. Dr. Musthafa As Siba’i dalam kitab Min Rawa’i Hadhratina memuat perkataan sejumlah tokoh atas komentarnya tentang peradaban Islam maupun barat. Di antaranya Montgomery Watt dalam bukunya yang membuat sebuah pengakuan, “Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa.”

Generasi terbaik ala sistem Islam banyak di ketahui memiliki karakter/tabi'at yang sangat agung yang di kenal sebagai kepribadian Islam. Kepribadian inilah yang secara otomatis akan menuntun mereka sekaligus mengasah kecerdasan dan skill agar sukses menjalani kehidupan sesuai tuntutan Penciptanya. Bahwa mereka hidup hanya untuk berjuang atas kemuliaan Islam dan untuk menebar kebaikan serta rahmat Islam ke seluruh semesta. Betapa di masa itu, umat tampil menjadi pioner peradaban. Dan di saat yang sama, generasi mereka tampil sebagai prototipe generasi terbaik sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an.

 كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ 

 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali ‘Imran: 110)

Untuk Orang-orang yang beriman dan berakal selalu memilih pilihan yg logis yang baik ataukah yang buruk? Allah SWT berfirman

 وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ 

“Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” (QS Al Anfal [8]: 25). Wallaahu a’lam.
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl