masukkan script iklan disini
Oleh Muhammad Shaif
Harap dibaca dan disimak dengan baik agar pembaca tidak salah paham.
Sedikit menyinggung isu kemanusiaan, rasisme seperti yang terjadi di Amerika. Isu rasisme membuat bumi sedikit terhentak akibat trend tersebut. Bagaimana tidak, hampir semua media memberitakan hal itu. Sebenarnya rasisme sudah menjadi isu kemanusiaan yang sedari dulu mengotori masyarakat negara adidaya Paman Sam. Sedari dulu para pejuang kemanusiaan dinegeri Paman Sam itu menyuarakan hak atas mereka yang berkulit hitam, suara-suara ini sampai mempengaruhi industri film Hollywood, lihat saja begitu banyak kampanye dan propaganda tentang warna kulit yang kita lihat tayangan Hollywood.
Sedikit cerita kemarin, saya membaca postingan disalah satu media sosial, postingan itu memberitakan isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Suriah, dan negara-negara Islam yang tengah menghadapi konflik. Dipostingan tersebut mengatakan, kemanusiaan adalah omong kosong dunia, dan dibungkam ketika (maaf) "Islam" menjadi korban. Dunia terlihat diam saja, tidak dengan negara-negara (ambil contoh, Amerika, yang isu rasismenya begitu booming) lain, padahal di negara itu hanya isu warna kulit, sedangkan di negara-negara yang kena konflik itu terjadi pembantaian dimana-mana, seperti, hancurnya sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Lalu, kenapa dunia bungkam?
Kita melihat tentang isu rasisme di Amerika yang sangat booming itu, kira-kira kenapa isu itu begitu menggetarkan dunia? Disana perjuangan mereka tidak main-main, mereka bersama-sama turun kejalan menuntut keadilan ras kulit hitam. Ribuan bahkan jutaan massa memadati jalan-jalan, solidaritas mereka sangat luar biasa, semua ras, agama bergerak, mereka turun memadati jalanan kota, tak peduli hujan, batu, gas air mata, hingga peluru sekalipun, mereka tetap berjuang. hingga negara-negara lain juga ikut menyuarakan suara mereka karena melihat gerakan di Amerika.
Nah, sekarang kita melihat isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Suriah dan negara lain. Berita tentang pembantaian, hancurnya sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya juga sering kita dengar, tapi hanya pesan angin. Lewat begitu saja. Mengapa seperti itu? Apakah perjuangan mereka kurang? Untuk perjuangan dan gerakan-gerakan kemanusiaan disana, saya rasa sangat luar biasa. Tapi kenapa tidak seheboh isu warna kulit di Amerika? Jawabannya adalah, kita kembali kegerakan di Amerika, mereka bergerak turun kejalan dengan ribuan hingga jutaan massa kemudian mempengaruhi gerakan-gerakan dinegara lain sehingga mereka ikut menyuarakan isu kemanusiaan ini, mereka bergerak secara kolektif dengan solidaritas yang luar biasa.
Sedangkan isu kemanusiaan di Palestina Suriah dan negara lain sudah bergerak secara kolektif? Apakah gerakan mereka sebesar di Amerika? Apakah massa mereka mencapai jutaan orang? Palestina, Suriah dan negara lainnya yang mayoritas Islam, saya sedikit banyaknya sudah mengikuti beberapa kajian keislaman, tabligh-tabligh Akbar, cukup banyak pemateri pada kegiatan itu mengatakan bahwa Islam sedang dalam masa keterpurukan, Islam sedang dijurang kemelaratan, sangat tertinggal dari bangsa lain. Dari sini kita bisa lihat bahwa Islam sedang tidak baik-baik saja. Seandainya jika ummat Islam bergerak secara kolektif dengan solidaritas yang luar biasa, massa yang ribuan hingga jutaan memadati jalan-jalan, membawa petaka-petaka menuntut keadilan kebebasan ummat, saya rasa media setiap harinya akan memberitakan aksi-aksi mereka, hingga isu kemanusiaan disana juga menggerakkan dunia.
Tapi nyatanya tidak seperti itu, ummat ini terlalu sibuk dengan isu Syiah vs Sunni, Wahabi vs Islam Radikal, Bidaah vs Kafir-kafiran. Inilah wajah Islam saat ini, wajar saja jika ummat Islam tertinggal, terbelakang dari bangsa-bangsa lain.
Kita ambil contoh di Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah Islam, coba kita lihat apakah ummat Islam Indonesia melakukan gerakan kolektif untuk kemanusiaan, menuntut keadilan untuk Palestina, Suriah dan negara lain? Mungkin ada tapi massanya nihil, jangankan media, masyarakat sipil saja enggan untuk sekedar memberitakan isu kemanusiaan itu. Ummat Islam di Indonesia disibukkan dengan politik, dan kesibukan yang saya sebutkan di atas, sebagai Rahmatan Lil Almin.
Islam seharusnya menjadi garda terdepan terhadap isu kemanusiaan, tapi nyatanya tidak, apalagi ummat Islam di Indonesia, tidak untuk isu kemanusiaan. Mereka sangat bersemangat jika itu aksi untuk lawan politik. Jalanan akan memutih dengan ribuan hingga jutaan individu akan ikut andil. Dari sini kita paham.
DUNIA TIDAK BUNGKAM, UMMAT INI YANG TIDAK BERGERAK.