masukkan script iklan disini
LAPMI, UKKIRI - Tim trauma healing HMI Komisariat Adab dan Humaniora Cabang Gowa Raya membuat kelas alternatif untuk anak-anak korban bencana di Desa Kayuloe Barat, Kabupaten Jeneponto. Jumat (08/02/19).
Sebanyak 58 anak korban bencana mengikuti proses belajar mengajar. Anak-anak sangat antusias mengikuti pelajaran yang berlangsung.
Menurut penuturan Rini, selaku tim trauma healing, kelas dibagi menjadi 3 kategori.
"Kelas kami bagi menjadi 3 berdasarkan golongan umur. Kelas pertama terdapat 23 anak dengan kategori umur 4-8 tahun. Dikelas kedua dengan kategori umur 9-11 tahun terdapat 24 orang dan dikelas ketiga dengan kategori umur 12-14 tahun terdapat 11 orang." Tuturnya.
Beberapa games juga diselipkan untuk mengasah kemampuan afektif, kognitif dan psikomotorik anak-anak sesuai dengan media pembelajaran.
Tak hanya itu, untuk kelas ke tiga yang diisi oleh siswa SMP tim mengajarkan pelajaran sejarah.
"Saat diajarkan pelajaran sejarah respon anak-anak sangat antusias." Tutur Fian, Ketua HMJ Sejarah dan Kebudayaan Islam.
Menurut Syamsul Abdullah, selaku ketua umum HMI Komisariat Adab, alasan diadakannya trauma healing ini karena menyadari dampak yang ditimbulkan dari bencana alam sangat mempengaruhi warga secara psikis terutama anak-anak.
"Kami mengadakan trauma healing karena menyadari dampak yang di timbulkan dari bencana tersebut mempengaruhi warga secara psikis terkhusus kepada anak-anak. Trauma healing ini kami harap mampu memompa kembali semangat mereka dan melupakan sedikit demi sedikit kejadian tersebut". Harapnya
Penulis: Rahmad Adri
Editor: Rezky Amelia Jumain